Kamis, 16 Januari 2014

Bukan Bernjanji Tapi Barzanji

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum wr.wb
Bagaimana kabarnya? Mudah-mudahan baik ya ^_^ Kali ini saya mau posting tentang "Kitab Berjanji."
Waktu ada acara Maulid Nabi di sekolah. Saya sama temen temen saya mau solawatan. Terus solawatannya itu dari kitab Berjanji. Saya disitu mikir sambil nanya ke temen saya kok disebut itu berjanji?, aneh. Atau isinya perjanjian perjanjian gitu? -_- tapi temen saya juga ga tau kenapa itu disebut berjanji.
Setelah saya mikir keras kok itu disebut Berjanji, keesokan harinya saya buka socmed terus ada kultwit dari akun Twitter ustadz @felixsiauw salah satu isinya itu tentang jawaban yang saya pertanyakan itu. Jadi gini katanya, yang pertama kali memulai peringatan Maulid Nabi itu menurut suatu sumber adalah Salahuddin al-Ayyubi, tujuannya untuk mempertinggi semangat jihad kaum Muslimin, dengan membacakan*menceritakan kisah hidup Nabi Muhammad saw. Dan pada tahun 1184 M Salahuddin mengumpulkan ulama untuk mengisahkan Rasulullah dalam sebuah syair untuk menyemangati Muslim dan Syaikh Ja'far Al-Barzanji akhirnya terpilih untuk mengisahkannya. Jadilah syair Barzanji yang dikenal sampai sekarang.
Nah disitu baru ngeh dan puas sama jawabannya.
Jadi intinya ini kesalah orang Sunda kayanya *saya tinggal di tanah Sunda. Harusnya Barzanji, barzanji, barjanzi, mungkin lidah orang Sunda enaknya disebut Berjanji, atau mungkin kedengerannya Berjanji, padahal Barzanji. Jadi disebutnya Berjanji sama orang Sunda. Haha :) alhamdulillah nambah ilmu juga hari itu ;)
Terimakasih sudah baca sampai akhir. Semoga postingan ini bermanfaat.  :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar